Melupakan dirinya, merupakan salah satu
hal dalam hidupku yang tak bisa kulakukan dalam sekejap. Begitu mengenang dan
memang patut untuk dikenang. Seandainya kau tahu, aku masih berusaha tidak
berpaling kelainnya hanya untukmu. Sayang, kau tidak merasa. Aku, seorang Ovi
yang merindukan Yudha disini. Rasanya 2 tahun 2 bulan, belum cukup untuk
mengetahui Yudha secara mendalam. Aku ingin mengenalnya lebih jauh. Tapi apa
boleh buat?
Pertama melihatnya, adalah sewaktu MOS
awal kelas 7. Dan berlanjut di kelas 8, tanpa berpaling daripadanya.
“Cieeeee, Oviiiii.. Ehemmmm”teriak teman-temanku saat Yudha lewat di depanku.
Malu tapi
senang sekaligus berdebar. Menurutku,
itu hanyalah dukungan kecil agar Yudha mau mengenalku juga. Tapi ternyata,
tidak sesuai rencana.
“Eheemmm, Vi… Itu lho, ada di sana”kata Ella sambil menunjuk ke arah Yudha.“Biasa aja...”jawabku.
Mungkin, Yudha sudah mengetahui bahwa
aku menyukainya. Sejak awal kelas 7, aku mulai mencari informasi sana-sini
tentang dirinya.
“Ee, kamu kenal Yudha kan? Dulu kamu satu sekolahan kan? Aku boleh minta nomer HP-nya?”tanyaku dengan agak memaksa pada salah satu temannya.“Oke, bolehlah. Aku punya 4 nomer. Kamu coba satu-satu ya? Hehehe ..”katanya.“Wah, sip. Thanks”.
Berbagai macam cara selalu terbayang
dalam otakku. Bagaimana caranya agar dia tahu bahwa, aku ingin mengenalnya…
Ingin mengenalnya lebih jauh, lebih dekat dan lebih dalam. Itu salah satu hal
yang selalu membayang pada diriku tentang Yudha.
Tapi itu dulu. Walaupun sekarang masih
teringiang dan masih terkenang, hatiku sungguh pilu saat ini. Aku sudah
berbulan-bulan menyukainya, tak ada niatkah Yudha untuk mengenalku pula?
Seandainya bisa, aku ingin bicara Di akhir tahun, aku hanya berharap dan aku
mau kau jadi pasangan CLD ku, bisa? tapi kurasa, itu tak mungkin.
Waktu itu hari ulang tahun Yudha.
Teman-temanku beraksi. Dari bawah, mereka memanggil Yudha dan hampir saja aku
di arak menuju kelasnya untuk memberikan selamat. Tapi tidak berhasil, Yudha
tidak mau keluar kelas. Akupun tidak mendapat jabat tangannya. Sudahlah. Aku
belum tahu dan sampai saat ini aku tidak tahu, mengapa Yudha selalu
“mengacangi” aku setiap aku ada.
“Tumben kamu ga’ ceria Ovi?” tanya seorang temanku.“Nggak apa, hanya masalah kecil.”jawabku pilu.
Yah, itulah
penyebabku. Setelah beberapa hari lalu, aku mendengar kabar bahwa Yudha telah
mengajak Caca untuk CLD. Kenapa Yudha tidak mengajakku? Aku yang lebih duluan
untuk mencintanya, tapi kenapa Caca yang di ajak? Kenapa bukan aku? Kenapa kamu nggak ada itikat buat ngenal aku?
Semenjak itu aku selalu galau
dan bimbang. Mengapa juga Nirma bilang padaku dan Marcheline waktu itu “Yudha
ngajak Caca CLD.” katanya. Biarlah
semuanya berlalu dengan segera. Aku ingin membencimu, karena aku telah
mencintaimu dan terlalu banyak berharap. Lupakanlah ini Yudha! Aku hanya ingin,
kau kenal aku. Aku memang tidak sempurna. Aku akan tetap setia disini
mengunggumu. Karena aku masih seperti dulu dan sekalipun hanya, sampai di sini.
*bersambung*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar