Rabu, 13 Februari 2013

Prosa: 14 Februari (2013)

Greg, boneka yang tak kasi pas valentine taun lalu masih ada?
Masih. Di dalem tasku terus kok
Oke. Tanya aja. Makasih. Selamat valentine buat besok
Oke..Oke.. Thx
Another February. Another story. Pesan singkat. Grego
Semakin kamu ga posesif, atimu semakin ga sakit
Tapi ati-ati, nek kamu nanti ditinggal
Itu, kata katanya Zen kemarin pagi.
Sob, yang pertama ada di benak saya untuk tanggal 14 Februari ini adalah kutipan bacaan kedua saat misa, Minggu 3 Februari 2013 lalu.
Kasih itu sabar, murah hati dan tidak cemburu
Kasih itu tidak memegahkan diri, tidak sombong
dan tidak bertindak kurang sopan
Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus yang mengajarkan tentang kasih.
Dan February Song by Josh Gorban yang nglangut dengan denting piano saat saya menulis ini. Melodius.
Aku sudah percaya sama kamu. Tapi tolong, jangan disalah-gunakan rasa percaya itu. Tolong...
Februari. Bulan dimana para pemuja cinta merayakan hari kasih sayang. Cuma mitos saja. Berbagi cinta dan kasih tiap hari dan bukan hanya 14 Februari.
Waktu hanya pembeda esok dan kemarin. Hidup terus berjalan dan bukan cerita wayang, yang bisa diselesaikan sebelum matahari terbit.

Salam
Indra

Sabtu, 09 Februari 2013

Another Friend's Story

Another Februari
with same story
not ALONE
but I'm LONELY
@atomica10 ; @dipz_jr
28 hari,  Februari dua ribu tiga belas.
Percakapan belum pernah terjadi. Ia malu dengan perasaan dan tentunya dengan sang perempuan. Tak ada yang salah. Semuanya akan baik-baik.
Takdir bertemu dengan sang perempuan. Tapi sayang, ia tak cukup nyali. Tapi akhirnya, ia tetap melakukan hal yang sama lagi.
Melakukan atau tidak melakukan, sama saja meninggalkan luka. Tentu menyedihkan. Dan disini ia tetap ingin memenangkan hati sang perempuan.
Ia belum ingin berhenti menyayangi sang perempuan. Sampai akhir.
Aku akan merindukan sang perempuan. Rasa rindu akan tertumpuk begitu banyak. Dan disini, aku menunggunya pulang...

Kamis, 07 Februari 2013

Refleksi Pecundang


JOHN!! PENGECUT KAU!!!
Itu. Masih teringat benar logat heroik Romo saat memperagakan percakapan itu. Tapi, tak akan membahas itu.
Setiap pagi dia datang yang pertama. Setelah menaruh barangnya dia mulai membuka buku, berimajinasi dan menunggu langkah kaki itu.
Langkah kaki sepatu Piero yang selalu dihafalkannya. Hanya langkah itu, yang lain tidak. Entah kenapa. Dan rupa-rupanya si anak bersepatu piero itu mengingatkannya pada masa-masa yang jauh. Masa-masa yang ngangeni. Tapi itu dulu.
Mengapa si anak bersepatu piero itu terasa istimewa bagi dia? Ya. Si anak bersepatu piero sering berbagi cerita cinta yang dipendamnya tapi tidak berani diungkapkan kecuali pada dia. Empunya cinta bukan malaikat yang mampu terus mengenggam cinta begitu erat. Manusia hanyalah makhluk yang tidak sempurna, mereka ditantang oleh rasa sabar.
Saat menatap matanya, dia mengingat seseorang yang pernah menggamit tangannya pagi itu sekolah. Tatapan matanya hampir sama dengan seseorang yang pernah menggamit tangannya. Kosong dan hampir hampa, seperti orang melamun tapi penuh harap.
Dia masih ingat benar cerita si anak bersepatu piero itu. Dan mungkin si anak bersepatu piero pernah berpikiran:
Aku menunggumu tahu, aku melihatmu berbicara dengan orang lain, tertawa dengan satu atau dua pria, tapi bukan kepadaku. Kenapa? Dan aku masih menjadi pengecut yang menggenggam daduku erat-erat.
Si anak bersepatu piero rupanya masih mengharapkan perempuan sebelahku. Lucu. Tapi dia takut akan dirinya, takut akan perasaanya dan dia terpaksa membohongi dirinya sendiri, membohongi perasaannya. Kasian.
Orang move on masih tetap single bahkan jomblo karena dia masih takut untuk jatuh cinta
 Benarkah pendapat itu? Entah. Tapi janganlah jadi seorang pengecut karena cinta yang masih buram dan semu. Yang masih belum tahu arah kedepannya kemana. Let it flow. Keep calm and carry on.