Hujan berakhir sudah. Sang mega berhenti
menangis. Tapi belum untuk perasaanku. 2 bulan berlalu sudah. Terkadang, aku
masih merindukan Yudha. Aku ingin mengenalnya. Bagaimana caranya tapi? Aku
sangat berharap. Beruntung ya, mereka yang dapat mengenal hatinya. Mengenalnya
lebih lanjut.
Dear diaryTo you, my beloved friend , Yudha
You know, I’M YOUR SECRED ADMIRER. I waiting for you’re heart since grade 7th. Until NOW!
Masih menunggu
Kepadamu
Aku menyimpan
cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak penuh ragu
Jalan kita
sangatlah bersimpangan
Ya! Jalanmu dan
jalanku
Meski diam-diam,
aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu
Terlena sejenak
oleh hembusan sang bayu
Yang bertahan
dan mengalir tentram dibawah naungan mega
Tolong!
Kenali aku dan
pahamilah analogiku
Perasaan kita
berbeda
Sulit menebak,
seperti menebak langit abu
Menyentuh dengan
sederhana, riil apa adanya
Tutur kata yang
tidak rumit, tapi jujur dan indah
Bisakah kau
lakukan untukku?
Setia menatapmu,
sekalipun hanya sampai disitu
Salam
Ovi
Yap,
secarik kertas diary sudah penuh dengan ungkapan isi hatiku. Aku masih akan
menunggu perasaanmu. Apapun itu, aku sayang padamu. Bahagiaku hanya padamu….
Mungkinkah masih ada waktu yang tersisa
untukku? Mungkinkah masih ada cinta? Kataku dalam hati, setiap aku bertemu
denganmu. Mengertilah aku!!!! Inilah jalan cintaku! Mencintai namun tak di
anggap! Mengagumi tanpa dicintai. Merelakan ia pergi kegenggaman orang lain
adalah sesuatu yang mustahil!!
Apa
salahnya memberikan rasa cinta pada seseorang? Yudha, aku sayang kamu. Yudha,
maafkan aku. Darimu, aku belajar untuk mencintai secara dewasa. Memendam
perasaan terlalu lama, itu tidak baik. Aku berusaha dengan segala cara untuk
mengungkapkan perasaanku. Tapi apa balasmu?
Yudha,
disini aku tetap mencintaimu. Aku masih menunggumu, entah itu sampai kapan.
Semoga engkau tahu. Perasaan ini tak lekang oleh waktu, tak terkikis oleh waktu…
Aku hanya ingin tertawa
Sehingga hati aku
mati rasa akan luka
*selesai*