18 Januari 2013
Mengingatkan
pada masa-masa yang jauh
Selamat
siang, yang tadi siang tidak dengan sengaja, tapi sedikit diharapkan untuk
datang dan akhirnya datang tak diundang.
Aku
belum bisa membalas kerlingan mata yang menurutku manis itu. Maafkan aku.
Aku
menyadari kedatanganmu dengan jelas. Jelas didepan mataku. Hatiku berteriak
amat histeris, tapi mulutku berusaha tidak mengungkapkan. Ya, aku menahan
jeritan kedatanganmu hingga pipiku merona merah. Bahkan, hingga saat ini. Aku
masih menjerit-jerit dalam hati, akan kedatanganmu tadi.
Aku
tahu, kamu tidak menyadari bahwa aku sudah hadir di acara itu sebelum mulai dan
kamu hadir saat pertengahan acara. Duduk dan bermantra. Lalu pindah bersama
gerombolanmu.
CLBK?
Cinta Lama Bersemi Kembali atau Cinta Lama Belum Kelar? Tidak, kawan. Aku
berusaha setia pada salah seorang disana.
Kamu
baru menyadari bahwa itu aku setelah jabat tangan wajib itu. Dan, ternyata kamu
shock setelah benar-benar tahu, bahwa itu aku. Dan ini adalah jabatan tangan
pertama setelah Januari 2011 lalu. Lucu.
Dan,
setelah itu ternyata kamu masih belum percaya juga, bahwa daritadi aku ada
dibelakangmu. Menahan geli, tawa, senang, deg-degan… ya seperti itu. Berulang
kali kamu melempar senyum dan tawa kecil saat menghadap ke belakang. Ya, aku
pun ikut tertawa kecil tentunya.
Kamu
nggak jauh beda kaya GW yang dulu. GW yang aku kenal. GW yang masih pakai
kacamata, rambut bergaya speaky, sok cool, yang masih memakai sepatu adidas dan
yang sering godain cewek-cewek. Yup! Aku masih ingat.
Acara
itu sudah selesai. Dan, rupanya kamupun masih saja belum percaya bahwa itu aku.
Ini aku. Aku yang dulu. Ingat 30 Mei 2010 kan? Ingat 8 September 2010 hinggal
29 Januari 2011 kan? Lucu. Ya, masa-masa aku masih terlalu labil untuk menjadi
anak kelas 8.
Ternyata
kamu mengikuti aku keluar. Dan belum percaya juga rupanya, hingga kamu
bersalaman denganku lagi untuk yang kesekian kalinya dihari itu. Dan akhirnya..
kamu percaya juga, bahwa itu aku.
Ini
memang pertemuan yang tidak direncanakan. Ini kebetulan. Ini singkat. Hanya
untuk mengenang cerita-cerita lawas yang konyol dan yang terlalu labil untuk
diceritakan lebih lanjut. Senang sekali bisa bertemu denganmu dihari itu.
Bahasa gaulnya flashback haha..
Tak
beberapa kemudian, aku sudah melihat kamu meninggalkan halaman Gereja itu.
Bukan dengan B 8358 JH, tapi berganti CBR Merah. Bye, GW… sampai ketemu lain
hari… Dan kamu tahu? Aku senang sekali nulis cerita ini...
Ketika kami berpisah hari itu, aku tidak mengharapkan apa-apa sama sekali. Apalagi sesuatu yang spektakuler. Tapi kemudian aku menemukan diriku, merindu masa lalu.amazing miracle today. thankyou :)
Salam
Indra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar