3 tahun disebuah sekolah swasta unggulan itu susah dilupain. Susah move on juga malah. Move on bukan tentang cinta, tapi tentang cerminan hidup disana.Banyak pengalaman, mulai awal masuk, awal masa orientasi, gladi rohani, karya wisata, retret dan banyak banget yang lain. Itu masa. Masa dimana aku ngrasain jadi seorang pribadi yang lebih dewasa. Beneran. Dewasa.
Disana, kita dibuat dewasa dengan segala didikannya. Disiplin terutama. Agak dikeras juga. Walaupun kaya gitu, kita dididik buat lebih bisa mandiri, dewasa, tanggung jawab dan apapun, biar kita bisa meraih cita-cita. Aku kangen semua itu. Sampai sekarang.
Kalian ga akan rugi masuk sana. Aku kangen sahabatku. Aku kangen masa-masa kejayaan yaitu pas tahun keduaku disana. Aku kangen kelas yang rusuh. Aku kangen guru bahasa indoneisa kelas 9. Aku kangen natalan bareng
Sekarang, disini adanya cuma rusuh tiap hari. Guru ga banyak ambil tangan. Emang, aku disini sekarang belajar mandiri, yang kebanyakan tanpa pendamping.
Tapi apakah itu membuat kita dewasa? Atau malah membuat kita jadi seenaknya sendiri?
Di lembaga baru ini, aku belum merasakan kenyamanan sama sekali. Banyak. Mulai dari teman, guru, infrastruktur. Ya. Karena ini lembaga milik orang negri. Bukan orang swasta. Dan aku, minoritas.
Tapi, aku pernah denger, kata-kata dari ibu :
Di negri, kamu belajar banyak karakter orang. Itu berguna bagi kehidupanmu dimasyarakat kemudian. Ga cuma nasrani yang kamu kenal, kamu nanti belajar dari mereka-mereka yang dari negri juga.
Wejangan yang itungannya bagus. Semoga. Aku bisa lebih baik kedepannya. Aku bisa adaptasi dengan cepat. Be better!
Berpikirlah kedepan, untuk lebih baik
Salam
Indra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar