Romantika di saat sedang membara sebuah asmara
Terdampar, dan akhirnya mulai kasmaran
Telah singgah di pelabuhan asmara
Sayang, kasih ini tidak sepenuhnya terungkap
Sayang juga, aku jatuh dan tak bangun lagi
Tenggelam dalam pancaran asmaranya
Tapi, aku tak mau menuai murka
Aku tetap tersenyum, walau itu perih
Bagai peluh, menuju cita
Daku membasuh keringat duka
Bersenandung di atas awan kelabu
Akhirnya terhempas oleh rintik hujan
Terhanyut oleh semua nostalgia yang telah di alami
Tapi hanya mengukir sebuah lara
Tiada yang lain yang pantas untukku
Yang sedari dulu harus kucinta
Bolehkah aku meminta hatimu?
Kembali seperti dulu?
Aku setia menatapmu, sekalipun
hanya sampai disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar