Jalan ini masih panjang. Terlalu
panjang, hingga aku tak yakin apakah nanti kita akan bertemu di ujung
jalan–yang masih belum kelihatan juga sampai sekarang. Terkadang aku
takut tak punya cukup waktu untuk sampai ke sana.
Dari tempatku berdiri, aku masih bisa melihatmu, melangkah pelan di
kejauhan. Langkahmu berat, tetapi kamu telah memutuskan untuk tidak
berhenti. Aku seperti ingin mengabadikanmu pada momen itu, sehingga aku
tak akan merasa terlalu kehilangan. Tapi memotret punggungmu yang
menjauh adalah sesuatu yang terlalu sepi. Aku tak ingin menorehkan
ingatan tentang perpisahan ketika melihatnya kembali di kemudian hari.
Lalu kamu katakan padaku: kita adalah serupa gramofon tua dan
piringan hitam yang sedih. Yang terus memutar suara-suara dari masa
lalu. Yang hanya akan tetap berputar selama kita meletakkan jarum di
atas piringannya.
Perih.
Mungkin kita memang masih berjalan beriringan, tetapi tanganmu sudah terlanjur lepas dari genggaman.@beradadisini.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar