Pergilah ketempat dimana kau menemukan banyak bintang, lalu tariklah garis yang akan menghubungkan bintang satu dan yang lain sehingga membentuk inisial nama dari seseorang yang kau sukai.
Berawal cerita teman mulai Agustus sampai tadi malam, lalu membaca kisahmu, lalu berangan sendiri...
Ada saatnya, dimana kita harus memagari hati dan menitipkannya pada orang lain.
Mulai, ini dini hari. Memang sudah niatan bangun, menikmati paket midnight dan menulis ini.
Anak muda. Banyak cinta, itu biasa. Saling lirik itu wajar. Berawal saling lirik akhirnya perlahan jatuh. Jatuh yang awalnya tidak menyakitkan. Tapi, pasti diakhir yang namanya jatuh, itu pasti sakit.
Meski diam-diam aku masih saja menatapmu
Dengan cinta yang malu-malu
Anggap saja, dia yang menjatuhkan itu bintang. Lalu berusaha dikejar dengan berbagai cara pada saat kasmaran. Tapi, kenyataan tidak selalu sama seperti pada mimpi. Diantara dua : berhasil tapi berani menanggung malu atau gagal dengan perasaan yang hanya dipermainkan.
Kamu masih suka sama dia?Ya.Mau diperjuangin terus? Tapi, kalo ndak ada realisasinya gimana?Yaa.. GatauMasih pengen ngejarkan?Aku jalan, aku nggak ngejarSuatu hari, bakal berjalan beriringanYa, di dimensi paralel
Ini. Dia yang menurut saya hampir merelakan bintangnya dan rasanya pasrah saja untuk melepaskan. Ga ada realisasinya, gimana?
Tahukah? Ini jam 2:12. Dan saya, kembali berangan tentang cinta. Lucu.
Tetaplah menjadi bintang dilangit...
Salam
Indra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar