Kamis, 10 Januari 2013

Cerita Dalam Setiap Sesapan Kopi

Kata Ndun dalam kicauannya di twitter:
Hidup itu kopi
Lalu Aldi nimbrung:
Ada manis, ada pahit
Ndun menjawab:
Jangan lupa sepetnya
Benar apa yang mereka berdua omongkan. Omong-omong kosong, tapi bagi saya ada benarnya. Hidup memang layaknya kopi. Manis dan pahit. Diantara kedua itu, pasti ada rasa yang sedikit sepat, sedikit masam.
Saya menyukai kopi, tapi tidak maniak. Berawal dari melihat kenikmatan om saya yang sedang menyesap kopi. Setelah itu coba-coba tiap sore bikin kopi. Akhirnya ketagihan hingga saat ini.
Aroma dalam kopi, bagi saya menimbulkan semangat tersendiri serta dapat menenangkan jiwa saya. Aromanya khas, menyeruak dalam tiap cangkir, dalam tiap sesapannya.
Pelarian saya, saat sedang banyak pikiran. Kafein lebih baik daripada alkohol bukan? Tapi, jika dikonsumsi terlalu banyak, juga tidak baik.
Manis, Pahit, Sepat
Ibarat hidup yang ada titik-titik dimana kita sedang merasakan manisnya hidup. Masa-masa kejayaan, masa-masa ketenaran, masa-masa banyak pujian datang. Masa-masa itulah, kita ada di posisi atas. Tapi, jika kita terlena dengan itu semua, siap-siaplah untuk merasakan pahit.
Pahitnya hidup saat kita terpuruk. Saat kita jatuh, sulit berupaya untuk bangkit. Tapi, asal ada keyakinan dan tidak pasif serta selalu optimis bahwa kamu itu bisa maka, kita bisa bangkit lagi. Bangkit dari keterpurukan.
Masamnya atau sepatnya hidup. Definisi saya mengenai itu adalah saat kita berusaha bangkit, tentu ada hama-hama atau pihak-pihak yang terkadang membuat kita agak minder untuk bangkit. Tapi kita harus tetap ambil positifnya, berpikiran kedepan, agar kita bisa lebih baik lagi dan ocehan-ocehan mereka, anggaplah semangat untuk berbuat lebih baik.
Dan, camkan:
Orang lain bisa seperti itu. Bisa baik. Saya musti kudu wajib LEBIH BAIK!
Setidaknya, secangkir kopi hitam yang tidak terlalu kental dengan aroma yang tajam, sudah tersedia di meja dapur saya tiap pagi. Secangkir kopi pagi = Semangat pagi dan hari ini
Oh iya, mengapa tidak terlalu kental? Karena, kondisi. Jantung saya berdegup kencang dan terkadang 'fly' di kepala. Maka dari itu, saya tidak maniak kopi.
Dan, merasakan kopi adalah anugrah tersendiri bagi saya

Salam
Indra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar