Minggu, 14 Juli 2013

Percakapan Tangis


What’s the meaning of move on? Sorry, I don’t know...
Awalan duka dan air mata saja yang dapat bicara. Membatin kata demi kata mantra dalam liturgi. Kenapa harus menangisi orang yang tidak pernah menangisi kita? Boros air mata, boros tenaga, boros rasa, tapi sia-sia.
Terbiasa melihat punggung-punggung yang jauh. Benci memang melihat perpisahan yang dilakukan sepihak dan akhirnya kembali hanya dengan harga sebuah teks. Ya! Kembali. Dan kembali remuk.
Dan merasakan getir perpisahan yang dirasakan seorang diri lagi. Seperti pada dua puluh tiga desember yang sudah terasa sangat miris. Yang sudah ada di tanduk tapi dapat di redam tidak dengan kepala panas. Dan akhirnya lepas dengan dua hari tangisan dan abadi kebebasan.
Ketika dunia menjatuhkanmu, Tuhan mengangkatmu lebih tinggi. Percayalah, Ia memberi apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu minta. Itu yang terbaik.
Ketika sudah menjatuhkan pilihan, dan pilihan yang kita pilih belum memilih kita. Di tuntut untuk bersabar. Jangan pernah ragu dengan apa yang sudah kamu pilih. Jangan menjilat lagi ludah yang sudah kamu buang. Tahu artinya hina? Itu.
Kangen sudah mengendap ikhlas pagi, siang, malam. Semesta hanya bisa berpantun menghibur. Dan aku, menunggu melihat punggung-punggung itu kembali bersayap dan terbang dengan gagahnya.

Salam
Indra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar